You need to enable javaScript to run this app.

Sehari, Empat Sistem Pendidikan Diresmikan

  • Rabu, 21 Juli 2021
  • Administrator
Sehari, Empat Sistem Pendidikan Diresmikan

TANGERANG- Miftahussalam terlihat gagah dengan jas hitamnya. Dengan langkah tegap ia naik ke atas panggung. Saat itu, gilirannya untuk memberi sambutan kepada para tamu undangan yang hadir di Lapangan Yayasan Pendidikan Islam Assalaam, Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten. Di depannya, tampak ratusan mata memandang. Air mata kebahagiaan Miftahussalam telah kering seiring manisnya hasil perjuangan merintis sekolah gratis tersebut.

Kamis (2/5), tepat di Hari Pendidikan Indonesia, Miftahussalam bersama sejumlah tamu undangan meresmikan empat lembaga pendidikan sekaligus.  Diantaranya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), Pondok Pesantren Modern Assalam, Samsung Tech Institute, Bengkel Honda Motor, Bursa Kerja Khusus,dan peresmian Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah (JIBAS). Bunyi gong mengalun di area lapangan, tanda peresmian dilakukan.

Peresmian ini menjadi terobosan baru bagi Yayasan Pendidikan Assalaam untuk mencerdaskan peserta didiknyanya. Telah belasan tahun, sekolah dengan latar berwarna biru ini dikenal warga Kabupaten Tangerang sebagai sekolah rakyat yang gratis dan berkualitas. Sebelum ada peresmian, sekolah ini baru memiliki SMK dan SMP.

Sejak beberapa tahun silam, Bahasa Mandarin dan Arab menjadi bahasa pengantar wajib di sekolah yang terletak di ujung utara Kabupaten Tangerang tersebut. Sejumlah muridnya pun dikirim ke Malaysia untuk menempuh pendidikan sekaligus bekerja di negeri jiran tersebut. Ya, sekolah rasa lokal dengan citra rasa internasional.

Camat Kemiri Yati Nurul Hayat mengapresiasi perjuangan Miftahussalam dalam membangun lembaga pendidikan berkualitas di kecamatan tersebut. Baginya, Yayasan Pendidikan Assalaam merupakan berkah tersendiri bagi warganya. “Saya tak bisa bicara banyak, apa yang dirintis pak Miftahussalam dan para dewan guru membuat putra-putri kami mampu mendapatkan pendidikan yang layak. Kami rasa sekolah lainya harus meniru apa yang dilakukan Pak Miftah,” ujarnya kepada Fajar Indonesia Network.

Hal senada diungkapkan, Perwakilan Samsung Electronics Indonesia Rita. Wanita berjilbab ini mengatakan, Yayasan Pendidikan Assalaam lewat SMK  Mutiara Bangsa Kemiri merupakan sekolah formal yang ditunjuk PT Samsung Electronics Indonesia memiliki Samsung Tech Institute.

“Samsung berkomitmen untuk berkontribusi dalam kemajuan pendidikan Indonesia salah satunya lewat pembangunan Samsung Tech Institute di SMK Mutiara Bangsa. Kami yakin para lulusan SMK di sini dapat menjadi tenaga kerja yang lebih siap kerja dan menang dalam persaingan di dunia kerja,” terangnya.

Dikatakanya, Samsung juga memfasilitasi siswa untuk pelaksanaan Praktek Kerja Industri di Samsung Service Center maupun afiliasinya, serta memfasilitasi dan memprioritaskan lulusan-lulusan Samsung Tech Institute untuk mengikuti proses rekrutmen di Samsung Service Center.

Selain Samsung, Bengkel motor hasil kerjasama Yayasan Wahana Artha juga dibangun di sekolah tersebut. Head of Corporate Social Responsibility Wahana Artha Ronnal Prawira menjelaskan, pembangunan bengkel menjadi tujuan yayasan tersebut dalam mengembangkan edukasi di tengah masyarakat.

“Tentunya lewat bengkel tersebut, kita berharap lahir tenaga kerja yang berkualitas dan siap kerja tentu nya akan meningkatkan daya saing industri Indonesia sehingga menghasilkan lebih banyak lapangan kerja dan secara jangka panjang berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat,” paparnya.

Ronnal mengatakan, Yayasan Wahana Artha sendiri memiliki 55 sekolah binaan, salah satunya SMK Mutiara Bangsa. Pembangunan bengkel tak lepas dari kerjasama antara Wahana Artha dan PT Astra Honda Motor.

Ronal mengungkapkan harapannya agar siswa SMK Mutiara Bangsa  dapat memaksimalkan bengkel yang mereka miliki untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. “Ini merupakan salah satu tujuan kami yakni mengembangkan dunia pendidikan, selain kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Usai acara, Miftahussalam mengapreasiasi kerjasama para kolega dan masyarakat Kemiri yang ikut mendukung sederet program pendidikan di Yayasan Pendidikan Assalaam. “Saya ucapkan beribu terima kasih, dukungan materil dan moril yang diberikan menjadi amanah bagi kami untuk mencerdaskan anak bangsa,” tandasnya. Acara peresmian ditutup lewat tausyiah dari KH Samlawi yang menggantikan Habib Luthfi yang berhalangan hadir. Dalam tausyiahnya, KH Samlawi membeberkan kehebatan dan kemajuan teknologi Indonesia yang berperan membangun peradaban manusia. 

Bagikan artikel ini:
Lutfi Fakhrurozi. S,H

- Ketua Yayasan -

Masalah utama yang dihadapi para orang tua dewasa ini adalah masalah pergaulan anak. Di tengah gempuran globalisasi, anak-anak menjadi semakin…

Berlangganan
Official partner